Rabu, 01 Juni 2011
Jumat, 29 April 2011
cara bermain gitar
Belajar bermain gitar Untuk pemula ini memang benar-benar di peruntukan bagi para pemula yang sedang ingin belajar dan bisa main alat musik petik yang bisa kita jadikan teman disaat susah dan saat sepi dan sendirian, dan untuk menjadi seorang gitaris handal dan professional memang di butuhkan latihan dan ketekunan serta yang agak menentukan juga bakat,
Sebelum bermain gitar, sebaiknya kalian menghafalkan dulu chord atau kunci gitar karena ini merupakan elemen penting sebelum bermain gitar, dan berikut ini gambar kunci-kunci gitar komplit dari kunci A sampi G serta variasi nya
Untuk bermain gitar anda harus siap merasa agak sakit pada ujung jari kiri anda, karena akan digunakan untuk menekan senar untuk membuat formasi kunci gitar. Terkadang harus membuat ujung jari kita menjadi kapalan maupun melendung baik jari di tangan kiri maupun kanan. Untuk mendapatkan sesuatu anda memang harus mengorbankan sesuatu, itu adalah hukum kimia dan ekonomi yang wajar dan normal.
Jika anda berencana untuk kursus sebaiknya anda jangan ikut kursus sebelum menguasai tehnik dasar tempo lagu, kunci dasar gitar dan kocokan gonjreng pada gitar. Jika anda belum menguasai hal itu anda hanya akan memperlama masa kursus anda yang akan menghabiskan uang.
Untuk menghemat biaya anda bisa belajar pada teman, saudara atau tetangga yang anda kenal baik dan bisa barmain gitar. Jika tidak ada yang bisa bermain gitar maka anda harus belajar otodidak alias belajar sendiri.
Yang diperlukan untuk belajar gitar dasar sendirian :
- Gitar apa saja boleh kopong dan boleh lisrik
• Buku atau majalah lagu-lagu yang ada kunci gitarnya beserta petunjuk kunci gitar
• Kaset, CD atau MP3 lagu yang ada di buku lagu
• Kemampuan stem atau menyetem gitar
Untuk memulai latihan anda harus menyetem gitar anda terlebih dahulu agar suara 6 senar gitar bisa harmonis dan tepat. Jika tidak distem maka anda tidak akan bisa belajar, karena suaranya tidak mungkin pas. Untuk stem gitar anda bisa minta tolong orang lain atau stem sendiri dengan insting. Untuk masalah stem gitar anda bisa mencari buku panduan bermain gitar di toko buku.
Jika anda mau stem sendiri, maka caranya adalah dengan menyamakan fret ke 5 suatu senar dengan satu senar setingkat di bawahnya pada fret 0. Kecuali pada senar ketiga dari bawah yang barus distem pada fret ke 4 dengan fret 0 di senar kedua dari bawah. Anda harus menggunakan filing anda apakah suara suatu fret dengan fret di bawahnya sudah sama suaranya. Jika tidak sama putar-putar pengendali tegangan senar pada ujung gitar sampai pas.
Jika sudah OK, maka selanjutnya anda tinggal mencoba gonjreng pada kunci standar sampai jari anda anda terbiasa dengan posisi masing-masing kunci. Kemudian coba buka buku lagu-lagu yang ada kunci gitarnya, lalu coba ikuti perubahan dari kunci ke kunci dengan tempo yang sesuai dengan aslinya sebisa mungkin berdasarkan filing anda.
Jika sudah bisa maka anda bisa mencoba bermain bareng dengan suara kaset atau lagu yang sebenarnya. Namun syaratnya adalah steman pada gitar anda sesuai dengan steman yang ada di kaset dan kunci lagu yang ada di buku atau majalah juga benar sesuai dengan yang di kaset dan gitar anda.
Jika anda sudah agak lancar anda bisa melanjutkan ke kursus atau inovasi sendiri belajar hal-hal lainnya dari buku mapun kenalan anda. Jika sudah menguasai anda bisa membentuk grup band anda sendiri bersama orang lain yang bisa memainkan alat musik lainnya
Sebelum bermain gitar, sebaiknya kalian menghafalkan dulu chord atau kunci gitar karena ini merupakan elemen penting sebelum bermain gitar, dan berikut ini gambar kunci-kunci gitar komplit dari kunci A sampi G serta variasi nya
Untuk bermain gitar anda harus siap merasa agak sakit pada ujung jari kiri anda, karena akan digunakan untuk menekan senar untuk membuat formasi kunci gitar. Terkadang harus membuat ujung jari kita menjadi kapalan maupun melendung baik jari di tangan kiri maupun kanan. Untuk mendapatkan sesuatu anda memang harus mengorbankan sesuatu, itu adalah hukum kimia dan ekonomi yang wajar dan normal.
Jika anda berencana untuk kursus sebaiknya anda jangan ikut kursus sebelum menguasai tehnik dasar tempo lagu, kunci dasar gitar dan kocokan gonjreng pada gitar. Jika anda belum menguasai hal itu anda hanya akan memperlama masa kursus anda yang akan menghabiskan uang.
Untuk menghemat biaya anda bisa belajar pada teman, saudara atau tetangga yang anda kenal baik dan bisa barmain gitar. Jika tidak ada yang bisa bermain gitar maka anda harus belajar otodidak alias belajar sendiri.
Yang diperlukan untuk belajar gitar dasar sendirian :
- Gitar apa saja boleh kopong dan boleh lisrik
• Buku atau majalah lagu-lagu yang ada kunci gitarnya beserta petunjuk kunci gitar
• Kaset, CD atau MP3 lagu yang ada di buku lagu
• Kemampuan stem atau menyetem gitar
Untuk memulai latihan anda harus menyetem gitar anda terlebih dahulu agar suara 6 senar gitar bisa harmonis dan tepat. Jika tidak distem maka anda tidak akan bisa belajar, karena suaranya tidak mungkin pas. Untuk stem gitar anda bisa minta tolong orang lain atau stem sendiri dengan insting. Untuk masalah stem gitar anda bisa mencari buku panduan bermain gitar di toko buku.
Jika anda mau stem sendiri, maka caranya adalah dengan menyamakan fret ke 5 suatu senar dengan satu senar setingkat di bawahnya pada fret 0. Kecuali pada senar ketiga dari bawah yang barus distem pada fret ke 4 dengan fret 0 di senar kedua dari bawah. Anda harus menggunakan filing anda apakah suara suatu fret dengan fret di bawahnya sudah sama suaranya. Jika tidak sama putar-putar pengendali tegangan senar pada ujung gitar sampai pas.
Jika sudah OK, maka selanjutnya anda tinggal mencoba gonjreng pada kunci standar sampai jari anda anda terbiasa dengan posisi masing-masing kunci. Kemudian coba buka buku lagu-lagu yang ada kunci gitarnya, lalu coba ikuti perubahan dari kunci ke kunci dengan tempo yang sesuai dengan aslinya sebisa mungkin berdasarkan filing anda.
Jika sudah bisa maka anda bisa mencoba bermain bareng dengan suara kaset atau lagu yang sebenarnya. Namun syaratnya adalah steman pada gitar anda sesuai dengan steman yang ada di kaset dan kunci lagu yang ada di buku atau majalah juga benar sesuai dengan yang di kaset dan gitar anda.
Jika anda sudah agak lancar anda bisa melanjutkan ke kursus atau inovasi sendiri belajar hal-hal lainnya dari buku mapun kenalan anda. Jika sudah menguasai anda bisa membentuk grup band anda sendiri bersama orang lain yang bisa memainkan alat musik lainnya
cara menghilangkan bekas jerawat
Jerawat memang penyakit kulit yang walaupun tidak berbahaya, namun kemunculannya tidak di inginkan – apalagi bagi kaum hawa karena dapat mengurangi kecantikan. Terlebih lagi jika jumlahnya banyak. Setelah jerawat hilang, tetap saja ada efek tidak di inginkan yakni meninggalkan bekas, seperti bopeng atau lubang bekas jerawat, efeknya wajah menjadi tampak kurang cantik.

Noda Bekas Jerawat
Noda bekas jerawat umumnya berwarna merah atau coklat, dan akan sirna atau hilang dengan sendirinya. Perlu di ketahui, jika anda tidak menggaruk pada jerawat atau memencetnya, jerawat tidak akan meninggalkan bekas berupa lobang atau bopeng yang mendalam
Namun jika muncul bekas jerawat, cari yang paling mujarab ialah dengan memaksa tumbuh lapisan kulit wajah yang baru. Untuk itu diperlukan dermabrasi atau teknik laser. Dan kebetulan terdapat sejumlah produk di pasaran yang di peruntukan untuk menumbuhkan kulit baru ini atau dermarbrasi
Namun begitu cara tradisional selalu yang terbaik, walaupun hasilnya lebih lama di banding gunakan teknik dermarbrasi, jika anda lebih memilih cara tradisional untuk mencobanya di rumah, maka ikuti cara-cara berikut ini:
Jus Lemon
Peras lemon, oleskan di wajah 2x sehari. Minum jus lemon sehari sekali.
Lidah Buaya
Ambil jel nya dan oleskan di wajah. Buat jus dan minum sehari sekali.
Madu
Campur madu dan susu, lalu oleskan di wajah dua kali sehari.
Air putih
Minum banyak air putih setiap hari.
Senin, 24 Januari 2011
cara membuat manga
Kita pasti sering membaca komik. Baik di majalah, koran atau pun dengan membelinya. Banyak orang yang memandang komik sebagai suatu karya picisan. Tapi para penggemar komik nampaknya tak begitu ambil pusing mengenai hal itu. Karena dalam komik, cerita dapat menjadi prioritas kedua setelah gambar….meski beberapa ada yang memandang gambar nomor dua, yang penting ceritanya. Kebanyakan yang memandang seperti ini karena sudah bosan dengan gambar yang monoton
Tapi dalam tulisan kali ini akan membahas gambarnya bukan jalan ceritanya. Jadi, gambar dan cerita memang menduduki posisi penting. Kalau jelek, daya tariknya kecil. Oleh sebagian orang, membuat komik dianggap lebih sulit daripada membuat, misalnya, novel. Ini kalau dilihat secara gampangan. Jika seorang penulis ingin membuat suatu buku yang berupa karya fiksi, penulis itu hanya memerlukan ide untuk mengarang dan menuliskannya dalam bentuk yang dia inginkan. Setelah jadi, karangan itu disetorkan ke penerbit. Jika oke barangkali langsung dicetak dan dipasarkan. Dalam prakteknya mungkin tak semudah itu. Tapi begitulah kira-kira garis besarnya.
Dalam proses pembuatan komik, langkah semacam itu boleh dikata baru langkah awal. Bikin satu judul komik saja langkahnya begitu panjang. Dan sangat tak mudah menerjemahkan suatu karya prosa ke dalam bentuk komik. Namun kadangkala pembuatan komik langsung dari pengarangnya dituangkan langsung dalam bentuk gambar dan tidak melalui proses penulisan jalan cerita dalam bentuk prosa
DUA CARA DAN DUA JENIS
Dilihat dari cara pembuatannya, ada dua cara pembuatan komik. Komik ada yang dibuat secara sederhana. Ada pula yang membutuhkan keahlian khusus. Komik sederhana biasanya terdapat dalam koran atau majalah. Jenis ini diberi nama komik strip. Komik ini panjangnya dari yang hanya satu baris gambar (di koran dan biasanya 4 kolom), Ceritanya sendiri biasanya “ringan”. Kebanyakan berupa humor yang ada disekitar kehidupan kita, namun isinya kadang menggelitik yang berisi kritik sosial terhadap masalah sosial yang ada.
Bentuknya bisa berupa komik bersambung atau sekali selesai, contohnya kobo-chan. Pengarang dan penggambar dapat membuat komik macam ini secara bebas, tanpa harus memikirkan segi bisnis. Tak jarang pengarang dan penggambar dirangkap oleh satu orang. Biasanya sih tak berwama. Jika ada warna, maka yang dipakai hanya beberapa jenis wama saja. Kalau toh ada warna, tidak memerlukan teknik yang rumit. Pendeknya, biaya pembuatannya relatif murah, sementara waktu pembuatannya singkat.
Tipe komik lainnya adalah yang pembuatannya lebih rumit. Komik macam ini biasanya ditujukan untuk dipasarkan dalam bentuk buku tersendiri. Meski sebelumnya dimuat dalam satu majalah komik yang isinya 5-6 judul komik yang memuat 2-3 chapter contoh yang terbit di Indonesia adalah nakayoshi dan shonen magz. Jadi, dalam pembuatannya, segi bisnis sangat dipertimbangkan. Diperlukan perencanaan yang sangat matang. Sehingga, mereka memerlukan orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya untuk bekerja sama dalam membuat satu judul komik,
Kalo di Indonesia komik strip yang populer adalah om pasikom dan kartun beny & mice yang keduanya terbit di kompas, walaupun sekarang keduanya sudah diterbitkan dalam bentuk buku yang merupakan kumpulan dari strip-strip yang pernah diterbitkan sebelumnya. Keduanya merupakan hasil karya anak bangsa yang isinya kebanyakan kritik sosial budaya yang ada disekitar kita
TENAGA ARTISTIK
Ceritanya dibuat agak kompleks dan lebih menarik. Komik yang dikeluarkan ada yang hanya terdiri dari beberapa judul saja, dan pengarangnya tak ada batas waktu buat menyelesaikannya, menamatkan cerita itu maksudnya. Malahan, kalau kehabisan cerita, ia tak perlu melanjutkannya, contoh yang terbit di Indonesia adalah Flash of Wind yang baru dilanjutkan lagi setelah terhenti beberapa tahun, istilah kerennya “suspend” . Tetapi, ada juga yang terbit secara rutin. Dapat bertahan selama bertahun-tahun, contohnya detektif conan (Sejak masih SMP sekarang semester 8 kuliah belum kelar juga) .
Perusahaan komik macam ini dapat berubah menjadi sebuah industri. Tak seperti komik strip, pembuatan komik ini membutuhkan pekerjaan yang intensif dan rnembutuhkan banyak waktu dan tenaga. Jika dalam komik strip hanya dibutuhkan seorang atau dua orang, maka komik jenis ini membutuhkan lebih banyak lagi pekerja. Pertama adalah penulis. Kedua, tenaga artistik. Tenaga artistik ini terdiri dari pembuat sket, pemberi tinta, pemberi warna jika dibutuhkan. Ketiga, tenaga editor alias penyunting. Dalam hal ini, penulis belum tentu merupakan penggagas cerita. Kadang penulls hanya menerjemahkan suatu ide seseorang. Penulis juga tidak memegang hak mutlak cerita yang dibuatnya. Bahkan cerita asli yang dibuat dapat diubah-ubah oleh tim pembuat komik tersebut.
Jadi dalam hal ini, penulis dapat dikatakan bertugas sebagai penulis naskah. Yang bertugas sebagai sutradara” di sini adalah para penggambar sket. Kadang para penggambar ini lebih dari satu orang. Mereka mempunyai hak untuk menerjemahkan naskah tadi ke bentuk visual. Tentu sesuai dengan imajinasi dan sudut pandang mereka untuk menghidupkan naskah tadi dalam komik. Si sutradara juga dibantu oleh sejumlah asistennya.
ALUR KERJA
Bagaimanakah alur kerja alias proses pembuatan sebuah komik? Pertama-tama yang harus dimiliki adalah naskah sebuah komik. Kalau yang ingin dibuat adalah komik sederhana atau strip, kita dapat membuat naskah sekehendak kita sendiri. Tetapi, bagi para perusahaan komik profesional, mereka harus mengadakan rapat terlebih dahulu. Penulis dan editor bertemu buat membicarakan cerita yang akan dibuat. Setelah mendapat ide, mereka menulis plot, mengadakan rapat, dan merumuskan inti cerita. Semua ini buat bekal penetapan garis besar cerita yang akan disodorkan pada ilustrator. Kadang pekerjaan menulis dan membuat ilustrasi dirangkap oleh satu orang. Cara ini dianggap lebih memudahkan kerja. Tapi banyak yang sebaliknya. Penulis hanya membuat plot cerita. Lantas ada penulis lain yang melengkapinya. Sehingga, cerita dapat dibuat lebih rinci.
Nah, setelah mempunyai naskah, penggambar atau pembuat sket menggambar sekaligus membuat keputusan, berapa besar ukuran kotak dalam setiap halaman. Kan dalam satu halaman akan banyak adegannya. Lantas, ia juga menentukan, dari sudut pandang mana gambar itu akan dilihat. la harus bisa menerjemahkan naskah ke dalam bahasa gambar. Gambar-gambar menentukan jalan cerita, penampilan komik itu, sekaligus mempengaruhi daya jual komik itu. Hasil gambarnya akan dievaluasi oleh ilustrator dan redaktur naskah yang lain. Rancangan itu dinilai dari segi gambar dan penerjemahan alur cerita. Kalau dianggap baik, barulah dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Gambar yang masih pakai pensil tadi dikembalikan ke penulis. Penulis akan memasukkan dialog-dialog dan juga keterangan. Bahkan efek suara dan menggambarkan panel tempat menuliskan kata-kata tersebut.
Halaman yang sudah diberi kata-kata lalu diberikan kepada peninta (pemberi tinta). Pemberi tinta ini bisa saja orang yang sama dengan penggambar. Karena itu, pembaca komik yang sudah bangkotan akan bisa membedakan, apakah sebuah komik itu dikerjakan oteh satu kru atau tidak. Hanya dengan memperhatikan gambar dan tulisannya. Halaman yang sudah ditinta, setelah mendapat persetujuan dari editor, lantas difoto copy. Lalu disesuaikan besarnya dengan ukuran komik yang akan dibuat. Meski komik Jepang kebanyakan tidak berwarna hal itu tidak akan mengurangi nilai seni dan jual.
INTINYA
Pengarang menentukan jalan ceritanya kemudian membuat sket awal dengan pensil berikut dialognya, kemudian mendiskusikan dengan editor untuk membuat persetujuan jalan ceritanya, setelah setuju, bagi pengarang yang sudah kawakan dan komiknya best seller pekerjaan selanjutnya diserahkan kepada asisten…..semisal Eichiro Oda, dia akan menyerahkan pengambaran karakter Luffy kepada asistennya yang memang bertugas hanya menggambar Luffy dan tidak yang lain, setelah semua karakter digambar oleh masing-masing asisten, giliran background kemudian penebalan dengan tinta, saat proses itu berlangsung pengarang mencari ide baru lagi sehingga komik Jepang bisa terbit rutin mingguan sebanyak 1 (satu) chapter yang biasanya berisi 17-19 halaman, kalau pengarangnya sudah senior macam Eichiro, Kubo, Kishimoto, CLAMP, Urasawa atau yang lain kalau buntu idenya komiknya bisa hiatus atau libur sementara. Kalau pengarang itu tergabung dalam Shonen Jump maka komiknya akan secara berkala terbit mingguan di majalah populer di Jepang, setelah terkumpul sekitar 9-10 chapter maka komik itu bisa terbit secara independent dan terlepas dari shonen jump (majalahnya) tapi penerbitannya biasanya masih dibawah publisher yang sama
RISIKO MAHAL
Dilihat dari banyaknya tenaga kerja yang terlibat dan alat yang digunakan, bisa diduga bahwa pembuatan komik memerlukan biaya produksi yang tak sedikit. Risikonya, harganya bisa mahal. Maka komik Jepang mempunyai gaya tersendiri dengan tidak memainkan warna, beda dengan komik amerika atau eropa yang full color dengan biaya produksi yang lebih tinggi. Jumlah eksemplar yang diterbitkan juga dipertimbangkan. Pendeknya, jangan sampai kebanyakan dan tak laku. Cetak ulang hanya dimungkinkan jika permintaan pasar sangat besar. Rekor jumlah penjualan komik Jepang masih dipegang One Piece dengan jumlah total 35 Juta kopi di 22 Negara dan masih ada kemungkinan bertambah karena komik ini belum tamat
Cara pembuatan komik profesional ini telah dilakukan bertahun-tahun. Tidak di Indonesia, tentunya. Melainkan di negara-negara maju. Misalnya Amerika dan Jepang. Dengan fasilitas dan ketrampilan yang memadai, komik bukan lagi menjadi sebuah karya picisan. Dan dengan kelengkapan teknik promosi yang hebat. jadilah komik sebuah industri besar. Produknya laku bagaikan kacang goreng. Saat ini, komik-komik asing telah “menyerbu’ Indonesia. Dan bisa dibilang laku keras. Sementara komik Indonesia sangat sedikit jumlahnya. Itu pun harus dikatakan kualitasnya jauh dari memadai. Kapankah kita mempunyai komik keren yang setara dengan komik-komik asing? Adakah sebagian dari kita, penduduk yang berjumtah 180 juta jiwa ini, yang ingin memulainya?
Tapi dalam tulisan kali ini akan membahas gambarnya bukan jalan ceritanya. Jadi, gambar dan cerita memang menduduki posisi penting. Kalau jelek, daya tariknya kecil. Oleh sebagian orang, membuat komik dianggap lebih sulit daripada membuat, misalnya, novel. Ini kalau dilihat secara gampangan. Jika seorang penulis ingin membuat suatu buku yang berupa karya fiksi, penulis itu hanya memerlukan ide untuk mengarang dan menuliskannya dalam bentuk yang dia inginkan. Setelah jadi, karangan itu disetorkan ke penerbit. Jika oke barangkali langsung dicetak dan dipasarkan. Dalam prakteknya mungkin tak semudah itu. Tapi begitulah kira-kira garis besarnya.
Dalam proses pembuatan komik, langkah semacam itu boleh dikata baru langkah awal. Bikin satu judul komik saja langkahnya begitu panjang. Dan sangat tak mudah menerjemahkan suatu karya prosa ke dalam bentuk komik. Namun kadangkala pembuatan komik langsung dari pengarangnya dituangkan langsung dalam bentuk gambar dan tidak melalui proses penulisan jalan cerita dalam bentuk prosa
DUA CARA DAN DUA JENIS
Dilihat dari cara pembuatannya, ada dua cara pembuatan komik. Komik ada yang dibuat secara sederhana. Ada pula yang membutuhkan keahlian khusus. Komik sederhana biasanya terdapat dalam koran atau majalah. Jenis ini diberi nama komik strip. Komik ini panjangnya dari yang hanya satu baris gambar (di koran dan biasanya 4 kolom), Ceritanya sendiri biasanya “ringan”. Kebanyakan berupa humor yang ada disekitar kehidupan kita, namun isinya kadang menggelitik yang berisi kritik sosial terhadap masalah sosial yang ada.
Bentuknya bisa berupa komik bersambung atau sekali selesai, contohnya kobo-chan. Pengarang dan penggambar dapat membuat komik macam ini secara bebas, tanpa harus memikirkan segi bisnis. Tak jarang pengarang dan penggambar dirangkap oleh satu orang. Biasanya sih tak berwama. Jika ada warna, maka yang dipakai hanya beberapa jenis wama saja. Kalau toh ada warna, tidak memerlukan teknik yang rumit. Pendeknya, biaya pembuatannya relatif murah, sementara waktu pembuatannya singkat.
Tipe komik lainnya adalah yang pembuatannya lebih rumit. Komik macam ini biasanya ditujukan untuk dipasarkan dalam bentuk buku tersendiri. Meski sebelumnya dimuat dalam satu majalah komik yang isinya 5-6 judul komik yang memuat 2-3 chapter contoh yang terbit di Indonesia adalah nakayoshi dan shonen magz. Jadi, dalam pembuatannya, segi bisnis sangat dipertimbangkan. Diperlukan perencanaan yang sangat matang. Sehingga, mereka memerlukan orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya untuk bekerja sama dalam membuat satu judul komik,
Kalo di Indonesia komik strip yang populer adalah om pasikom dan kartun beny & mice yang keduanya terbit di kompas, walaupun sekarang keduanya sudah diterbitkan dalam bentuk buku yang merupakan kumpulan dari strip-strip yang pernah diterbitkan sebelumnya. Keduanya merupakan hasil karya anak bangsa yang isinya kebanyakan kritik sosial budaya yang ada disekitar kita
TENAGA ARTISTIK
Ceritanya dibuat agak kompleks dan lebih menarik. Komik yang dikeluarkan ada yang hanya terdiri dari beberapa judul saja, dan pengarangnya tak ada batas waktu buat menyelesaikannya, menamatkan cerita itu maksudnya. Malahan, kalau kehabisan cerita, ia tak perlu melanjutkannya, contoh yang terbit di Indonesia adalah Flash of Wind yang baru dilanjutkan lagi setelah terhenti beberapa tahun, istilah kerennya “suspend” . Tetapi, ada juga yang terbit secara rutin. Dapat bertahan selama bertahun-tahun, contohnya detektif conan (Sejak masih SMP sekarang semester 8 kuliah belum kelar juga) .
Perusahaan komik macam ini dapat berubah menjadi sebuah industri. Tak seperti komik strip, pembuatan komik ini membutuhkan pekerjaan yang intensif dan rnembutuhkan banyak waktu dan tenaga. Jika dalam komik strip hanya dibutuhkan seorang atau dua orang, maka komik jenis ini membutuhkan lebih banyak lagi pekerja. Pertama adalah penulis. Kedua, tenaga artistik. Tenaga artistik ini terdiri dari pembuat sket, pemberi tinta, pemberi warna jika dibutuhkan. Ketiga, tenaga editor alias penyunting. Dalam hal ini, penulis belum tentu merupakan penggagas cerita. Kadang penulls hanya menerjemahkan suatu ide seseorang. Penulis juga tidak memegang hak mutlak cerita yang dibuatnya. Bahkan cerita asli yang dibuat dapat diubah-ubah oleh tim pembuat komik tersebut.
Jadi dalam hal ini, penulis dapat dikatakan bertugas sebagai penulis naskah. Yang bertugas sebagai sutradara” di sini adalah para penggambar sket. Kadang para penggambar ini lebih dari satu orang. Mereka mempunyai hak untuk menerjemahkan naskah tadi ke bentuk visual. Tentu sesuai dengan imajinasi dan sudut pandang mereka untuk menghidupkan naskah tadi dalam komik. Si sutradara juga dibantu oleh sejumlah asistennya.
ALUR KERJA
Bagaimanakah alur kerja alias proses pembuatan sebuah komik? Pertama-tama yang harus dimiliki adalah naskah sebuah komik. Kalau yang ingin dibuat adalah komik sederhana atau strip, kita dapat membuat naskah sekehendak kita sendiri. Tetapi, bagi para perusahaan komik profesional, mereka harus mengadakan rapat terlebih dahulu. Penulis dan editor bertemu buat membicarakan cerita yang akan dibuat. Setelah mendapat ide, mereka menulis plot, mengadakan rapat, dan merumuskan inti cerita. Semua ini buat bekal penetapan garis besar cerita yang akan disodorkan pada ilustrator. Kadang pekerjaan menulis dan membuat ilustrasi dirangkap oleh satu orang. Cara ini dianggap lebih memudahkan kerja. Tapi banyak yang sebaliknya. Penulis hanya membuat plot cerita. Lantas ada penulis lain yang melengkapinya. Sehingga, cerita dapat dibuat lebih rinci.
Nah, setelah mempunyai naskah, penggambar atau pembuat sket menggambar sekaligus membuat keputusan, berapa besar ukuran kotak dalam setiap halaman. Kan dalam satu halaman akan banyak adegannya. Lantas, ia juga menentukan, dari sudut pandang mana gambar itu akan dilihat. la harus bisa menerjemahkan naskah ke dalam bahasa gambar. Gambar-gambar menentukan jalan cerita, penampilan komik itu, sekaligus mempengaruhi daya jual komik itu. Hasil gambarnya akan dievaluasi oleh ilustrator dan redaktur naskah yang lain. Rancangan itu dinilai dari segi gambar dan penerjemahan alur cerita. Kalau dianggap baik, barulah dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Gambar yang masih pakai pensil tadi dikembalikan ke penulis. Penulis akan memasukkan dialog-dialog dan juga keterangan. Bahkan efek suara dan menggambarkan panel tempat menuliskan kata-kata tersebut.
Halaman yang sudah diberi kata-kata lalu diberikan kepada peninta (pemberi tinta). Pemberi tinta ini bisa saja orang yang sama dengan penggambar. Karena itu, pembaca komik yang sudah bangkotan akan bisa membedakan, apakah sebuah komik itu dikerjakan oteh satu kru atau tidak. Hanya dengan memperhatikan gambar dan tulisannya. Halaman yang sudah ditinta, setelah mendapat persetujuan dari editor, lantas difoto copy. Lalu disesuaikan besarnya dengan ukuran komik yang akan dibuat. Meski komik Jepang kebanyakan tidak berwarna hal itu tidak akan mengurangi nilai seni dan jual.
INTINYA
Pengarang menentukan jalan ceritanya kemudian membuat sket awal dengan pensil berikut dialognya, kemudian mendiskusikan dengan editor untuk membuat persetujuan jalan ceritanya, setelah setuju, bagi pengarang yang sudah kawakan dan komiknya best seller pekerjaan selanjutnya diserahkan kepada asisten…..semisal Eichiro Oda, dia akan menyerahkan pengambaran karakter Luffy kepada asistennya yang memang bertugas hanya menggambar Luffy dan tidak yang lain, setelah semua karakter digambar oleh masing-masing asisten, giliran background kemudian penebalan dengan tinta, saat proses itu berlangsung pengarang mencari ide baru lagi sehingga komik Jepang bisa terbit rutin mingguan sebanyak 1 (satu) chapter yang biasanya berisi 17-19 halaman, kalau pengarangnya sudah senior macam Eichiro, Kubo, Kishimoto, CLAMP, Urasawa atau yang lain kalau buntu idenya komiknya bisa hiatus atau libur sementara. Kalau pengarang itu tergabung dalam Shonen Jump maka komiknya akan secara berkala terbit mingguan di majalah populer di Jepang, setelah terkumpul sekitar 9-10 chapter maka komik itu bisa terbit secara independent dan terlepas dari shonen jump (majalahnya) tapi penerbitannya biasanya masih dibawah publisher yang sama
RISIKO MAHAL
Dilihat dari banyaknya tenaga kerja yang terlibat dan alat yang digunakan, bisa diduga bahwa pembuatan komik memerlukan biaya produksi yang tak sedikit. Risikonya, harganya bisa mahal. Maka komik Jepang mempunyai gaya tersendiri dengan tidak memainkan warna, beda dengan komik amerika atau eropa yang full color dengan biaya produksi yang lebih tinggi. Jumlah eksemplar yang diterbitkan juga dipertimbangkan. Pendeknya, jangan sampai kebanyakan dan tak laku. Cetak ulang hanya dimungkinkan jika permintaan pasar sangat besar. Rekor jumlah penjualan komik Jepang masih dipegang One Piece dengan jumlah total 35 Juta kopi di 22 Negara dan masih ada kemungkinan bertambah karena komik ini belum tamat
Cara pembuatan komik profesional ini telah dilakukan bertahun-tahun. Tidak di Indonesia, tentunya. Melainkan di negara-negara maju. Misalnya Amerika dan Jepang. Dengan fasilitas dan ketrampilan yang memadai, komik bukan lagi menjadi sebuah karya picisan. Dan dengan kelengkapan teknik promosi yang hebat. jadilah komik sebuah industri besar. Produknya laku bagaikan kacang goreng. Saat ini, komik-komik asing telah “menyerbu’ Indonesia. Dan bisa dibilang laku keras. Sementara komik Indonesia sangat sedikit jumlahnya. Itu pun harus dikatakan kualitasnya jauh dari memadai. Kapankah kita mempunyai komik keren yang setara dengan komik-komik asing? Adakah sebagian dari kita, penduduk yang berjumtah 180 juta jiwa ini, yang ingin memulainya?
Langganan:
Postingan (Atom)

